Duka Mendalam SKP-HAM Sulteng

Duka mendalam bagi kami keluarga besar Skp-ham Sulteng atas wafatnya bapak Herlan Lontoh. Berapa hari yang lalu saat foto ini diambil alm. masih segar bugar menyambut kami di rumahnya tepatnya Desa Toboli. Sebagai ketua kelompok koperasi matuvu alm masih menunaikan tugasnya mengumpulkan pembayaran angsuran pinjaman.

Herlan Lontoh adalah salah satu pengurus PKI ranting parigi bersama pengurus ranting parigi lainya ditahan dimana pada saat itu mereka tidak tahu apa-apa maksud dari penangkapan tersebut. Pada tanggal 22 Oktober 1965 mereka dijemput oleh masa PNI dipimpin langsung oleh Daeng Malaju Saehana bersama massa dari Muhammadiyah, masyarakat desa Pombalowo dan hansip. Herlan Lontoh, Badjo Ismail bersama adik kandungnya Samsiar juga teman saya Maswa, Habiba Opi, Abd Razak Santuti, Posu Painta, Samsudin Depegi dan Saiduni.

Kemudian Herlan Lontoh di bawah ke lapas maesa dan berapa bulan kemudian mereka disuruh untuk kerja paksa. Dari beberapa tempat kerja paksa yang ada di kota Palu, diantaraya asrama tentara yang berada di jalan juanda, kantor korem, pondasi kantor wali kota, Proyek komando kali palu (membendung sungai palu akibat banjir bandang), Perumahan Sembilan (Perumahan Gubernur) dan juga sebagai pekerja paksa batu bata di jalan Maleo sampai dia menikah dengan perempuan yang berasal dari Wani

Doa kami untuk kedamaianmu di alam sana, setiap tetes keringatmu dalam perjuangan kita 11 tahun ini “mencari kebenaran dan keadilan bagi korban peristiwa 1965” telah menjadi amal ibadahmu. Selamat jalan om Lan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment