Saya Tidak Malu Jadi Anak Korban

Kata orang masa lalu biarlah berlalu tapi bagi saya masa lalu adalah kisah yang tidak harus dilupakan karena dari kisah itulah saya dibentuk. Saya tidak malu jadi anak korban (Peristiwa 1965-1966). Saya bangga, karena dengan adanya cap sebagai anak korban, kami bisa menjaga diri di masyarakat. Saya senantiasa untuk bersikap baik karena jika salah melangkah stigma buruk selalu melekat.

Sekarang di Desa Labuan Panimba sudah menjadi desa Inklusi tidak ada lagi diskriminasi kepada korban & keluarganya. Bantuan pemerintah sudah diakses oleh korban dan keluarganya, bahkan anak korban terlibat berpatisipasi di Pemerintahan Desa. Contoh saya jadi anggota BPD dan ketua BPD juga adalah anak korban.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Korta Desmayanto

Leave a comment