28.1 C
Palu
19/09/2021
Image default
Para Penyintas

Mariana: “Saya Tidak Malu Jadi Anak Korban”

Kata orang masa lalu biarlah berlalu tapi bagi saya masa lalu adalah kisah yang tidak harus dilupakan karena dari kisah itulah saya dibentuk. Saya tidak malu jadi anak korban (Peristiwa 1965-1966). Saya bangga, karena dengan adanya cap sebagai anak korban, kami bisa menjaga diri di masyarakat. Saya senantiasa untuk bersikap baik karena jika salah melangkah stigma buruk selalu melekat.

Sekarang di Desa Labuan Panimba sudah menjadi desa Inklusi tidak ada lagi diskriminasi kepada korban & keluarganya. Bantuan pemerintah sudah diakses oleh korban dan keluarganya, bahkan anak korban terlibat berpatisipasi di Pemerintahan Desa. Contoh saya jadi anggota BPD dan ketua BPD juga adalah anak korban.

Tulisan terkait

Monitoring Dapur Usaha Desa Potoya

Rini Lestari

Menapak Jejak Kerja Paksa

SKP-HAM Sulteng

Lokakakarya Membangun Dapur Usaha “Saatu Mombine Padagi”

Rini Lestari

Tinggalkan Komentar