33.1 C
Palu
23/07/2021
Image default
Para Penyintas

Kami Bagaikan Rumput di Pinggir Jalan

“Kami bagaikan rumput yang hidup dan berserakan di pinggir jalan tak ada seorangpun yang mau memungutnya kecuali SKP-HAM”

Sepotong kalimat dari seorang korban langsung yang bernama Djafar pada pertemuan reguler bulanan SKP-HAM yang dilaksanakan pada sabtu, 13 Januari 2018 bertempat di sekretariat Pokja SKP-HAM Kota Palu Kelurahan Kayumalue Pajeko Kota Palu. Kalimat itu muncul ketika seorang korban yang berasal dari Kab. Parigi-Moutong bertanya tentang apa yang bisa di bantu oleh SKP-HAM untuk dirinya.

Bukan hanya Djafar tetapi Asman Yodjodolo yang juga merupakan korban langsung mengungkapkan bahwa SKP-HAM tidak memberi materi atau uang untuk kami akan tetapi SKP-HAM memberikan ruang serta membukakan jalan bagi kami untuk menyuarakan hak kami. Perjuangan SKP-HAM sangatlah berarti bagi kami. di Kota Palu kami sudah bisa menikmati hasilnya meskipun belum sepenuhnya hak kami sebagai korban terpenuhi tetapi ini merupakan kebanggaan bagi kami.

Kami juga berharap agar apa yang sudah terjadi di Kota Palu bisa juga terjadi di Kab. Parigi-Moutong jika korban dan keluarga korban yang berada diwilayah tersebut mau memperjuangkannya.

Di akhir pertemuan tersebut para korban dan keluarga korban di Kab. Parigi-Moutong sepakat untuk kembali menjalankan kegiatan pengorganisasian di wilayah mereka yang saat ini mandek/tidak berjalan.

Tulisan terkait

Memecah Pembisuan, Membongkar Tabu: Mendengar Suara Korban Tragedi 1965

SKP-HAM Sulteng

Saatu Mombine Padagi – 100 Perempuan Tangguh

SKP-HAM Sulteng

Sediakan Hati bagi Korban

Videlis Jemali

Tinggalkan Komentar