Metode Pengumpulan Data Geo Spasial dan Sosial

Setelah pelatihan yang berlangsung di Bora Kabupaten Sigi pada tanggal 3 sampai 10 April lalu, para penggerak dari Desa Labuan Toposo dan Soulowe kembali bertemu untuk mendiskusikan metode yang akan mereka gunakan dalam pengumpulan data geo spasial maupun sosial. Amin Yunus Hamza Roro dan Tomsil Prafdal, adalah dua orang relawan dari SKP-HAM yang sebelumnya  telah berangkat ke Jambi untuk mengikuti pelatihan data Geo Spasial dan Sosial bersama Mitra Aksi.

 Mitra Aksi adalah organisasi non pemerintah yang berdiri sejak tahun 2000 di Jambi. Organisasi ini mengembangkan model-model pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, perbaikan sumber-sumber kehidupan berkelanjutan ( sustainable livelihood ),dan pengurangan risiko becana berbasis masyarakat ( http://mitraaksi.org/profil/ ).

Selama kurang lebih satu minggu di Jambi, dua orang relawan yang di delegasikan mewakili Desa Soulowe dan Labuan Toposo ini mempelajari lebih lanjut tentang cara pengolahan data geo spasial dan sosial. Dan juga metode apa saja yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data-data tersebut, hingga akhirnya bisa digunakan untuk membuat perubahan di desa yang telah terpilih.

 Sepulangnya dari Jambi, Tom dan Amin merefleksikan hasil pelatihan yang didapat kepada seluruh tim penggerak yang ada di Soulowe dan Labuan Toposo. Bertempat di rumah peduli SKP-HAM pada tanggal 8 Mei, 10 orang penggerak berkumpul  dengan Amin dan Tom yang menjadi fasilitator.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperoleh kesepakatan dari 10 orang penggerak, apakah metode yang didapatkan dari Jambi ini akan digunakan juga di desa mereka atau ada hal-hal yang harus diubah, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di desa mereka masing-masing.

Pengumpulan data geo spasial dilakukan dengan menggunakan GPS, untuk menentukan titik koordinat, garis ( polyline ), dan ruang ( polygon ) dalam sebuah bangunan. Sedangkan pengumpulan data sosial dilakukan dengan menggunakan aplikas ona.io, dimana aplikasi ini berisi kumpulan pertanyaan yang bisa mendukung proses pengambilan data primer untuk kebutuhan analisis sosial.  

Akan tetapi, penggunaan aplikasi ini kurang efektif untuk diterapkan di Desa Labuan Toposo, karena  notabene di desa ini sangat susah mendapatkan jaringan telepon. Berbeda dengan Desa Soulowe yang masih bisa mengakses internet, sekalipun juga terkadang frekuensinya tidak selalu baik. Metode ini tetap bisa dilakukan, tetapi harus menggunakan cara manual. Karena itu, diskusi ini diperlukan untuk mencapai kesepakatan bersama. ***

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Rini Lestari

Leave a comment