Pelatihan Fasilitator Tim Penggerak Rekonstruksi Komunitas Pascabencana

Senin  26 Agustus,  SKP-HAM Sulawesi Tengah mengadakan pelatihan fasilitator untuk para penggerak di Desa Soulowe dan Desa Labuan Toposo, yang tergabung dalam program Rekonstruksi Berbasis Komunitas yang di dukung oleh IKA. Selain para penggerak dari dua desa dampingan program rekonstruksi, semua relawan yang masuk dalam struktur internal SKP-HAM juga mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini di fasilitasi oleh Praya Ari Indrayana, seorang fasilitator asal Bandung, yang saat ini sedang menjalankan program bersama Pusat Krisis (PUSKRIS) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di Desa Sidera Kabupaten Sigi. Peserta yang mengikuti berjumlah 17 orang, 10 orang merupakan tim penggerak dari Desa Soulowe dan Labuan Toposo, dimana setiap desa ada 5 orang penggerak, dan 7 orang merupakan relawan dalam struktur internal SKP-HAM.

Selain Praya, pelatihan ini juga di fasilitasi oleh Nurlaela Lamasitudju, selaku sekjen Rumah Peduli SKP-HAM. Selain menjadi fasilitator, Nurlaela juga merupakan orang  yang menginisiasi dibuatnya pelatihan fasilitator ini untuk para penggerak didua desa dampingan. Menurut Nurlaela, langkah kecil ini didedikasikan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi desa pascabencana.

Pelatihan  ini dimulai pada pukul sepuluh pagi, dan berakhir pada pukul sembilan malam. Selama pelatihan, peserta diajak untuk mengidentifikasi apa saja masalah-masalah yang mungkin muncul selama diskusi berlangsung saat menjadi fasilitator. Yaitu masalah  pada saat proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga pasca diskusi atau pertemuan. Peserta juga diajak untuk mencari solusi dari masalah-masalah tersebut, dalam kelompok yang sudah terbentuk.

Memahami tentang apa itu fasilitator, dan apa perbedaan antara fasilitator dengan MC dan EO juga menjadi salah satu pelajaran yang diterima oleh peserta selama pelatihan. Memetakan pokok permasalahan, atau akar masalah menjadi topik yang diangkat setelah istirahat makan malam. Materi terus berlanjut sampai pada menentukan topik apa yang akan diangkat oleh setiap kelompok, yang akan mereka jadikan sebagai praktek menjadi fasilitator di hari kedua pelatihan.

Pelatihan fasilitator ini akan berlangsung selama dua hari. Selama dua hari tersebut, peserta akan benar-benar dilatih untuk dapat memfasilitasi atau mengorganisir warga, dalam program rekonstruksi komunitas pascabencana yang saat ini sedang berlangsung.***

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Rini Lestari

Leave a comment