Krisis Air di Desa Soulowe

Libu Ntodea merupakan kegiatan diskusi warga membahas tentang persolan air yang dilakukan oleh Tim Penggerak SKP-HAM pada program rekonstruksi berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Agutus 2019 bertempat di Kantor Desa Soulowe yang di hadiri oleh warga dan permerintah desa.

Kegiatan ini difasilitasi oleh sekjend SKP-HAM Sulteng Nurlaela Lamasitudju serta menghadirkan narasumber yang memiliki pengetahuan tentang persoalan air yaitu mas Praya Arie Indrayana dari Bandung. Kegiatan ini berjalan cukup baik dan lancar ditandai dengan banyaknya warga yang hadir serta antusias mereka dalam berdiskusi persoalan yang sangat mendesak yang mereka alami saat ini.

Menurut warga pasca bencana mengakibatkan rusaknya bendungan irigasi gumbasa yang airnya menjadi sumber pertanian & MCK warga soulowe selain itu sebagian besar sumur-sumur warga juga mengalami kekeringan. Seminggu pasca bencana Pemerintah Desa mencoba menjawab persoalan air ini dengan membangun sumur sunting sebanyak 15 titik. Namun menurut informasi warga bahwa dari 15 titik tersebut ada 7 sumur yang kini mengalami kekeringan.

Beberapa warga juga mencoba untuk menambah kedalaman sumur mereka mencapi 9-12 meter yang duluya hanya berkisar antara 5-6 meter namun ini tidak bertahan lama karena air yang keluar semakin kecil bahkan tidak ada. Ini menjadi keresahan dan kekhawatiran warga karena saat ini musim kemarau, jika musim ini semakin berkepanjangan maka sumber air warga semakin sulit bahkan akan hilang.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Korta Desmayanto

Leave a comment