Pertemuan Pemuda Desa Soulowe

Senin, 9 September 2019,  tim penggerak Desa Soulowe mengadakan pertemuan bersama dengan para pemuda di Soulowe. Pertemuan ini dilakukan untuk mengajak pemuda di desa untuk bergerak aktif dalam program Rekonstruksi Berbasis Komunitas yang merupakan kerjasama antara IKA (Indonesia untuk Kemanusiaan) dan SKP-HAM.

Pertemuan yang dilakukan pada pukul 9 malam  itu, difasilitatori oleh Korta yang merupakan pendamping dari tim penggerak Desa Soulowe. Selain Korta, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Moh. Syafari Firdaus yang bertindak sebagai pembawa materi, yang berasal dari SKP-HAM. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam itu, para pemuda yang hadir diajak untuk mengikuti pelatihan pembuatan film dokumenter dan juga lomba fotografi.

Pertemuan dengan para pemuda Desa Soulowe tersebut diawali dengan perkenalan Korta sebagai fasilitator, dan kemudian Korta memperkenalkan tim penggerak yang ada di Desa Soulowe. Setelah perkenalan, Korta menjelaskan kepada para pemuda yang hadir tentang rencana perlombaan fotografi yang akan dilakukan.

Moh. Syafari Firdaus atau yang biasa disapa Daus, memberi contoh foto-foto yang nantinya akan dilombakan. Selain memberi contoh foto, ia juga memutar film dokumenter yang merupakan hasil produksi dari SKP-HAM sendiri. Film dokumenter yang diputar merupakan aktivitas dari kelompok usaha ibu-ibu Saatu Mombine Padagi yang salah satu kelompoknya juga berasal dari Desa Soulowe.

 Pemutaran film dokumenter ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada para pemuda tentang apa yang dimaksud dengan film dokumenter, sebelum mereka mengikuti pelatihannya. Selama pemutaran, tak jarang terdengar tawa dari pemuda yang hadir dalam pertemuan tersebut, hal itu karena beberapa dari mereka ada yang terkejut dan merasa lucu saat melihat saudara ataupun tetangganya ada dalam film  yang diputar.

Setelah pemutaran film selesai, Daus menjelaskan latar belakang dari film tersebut, dan mulai menjelaskan apa saja yang nantinya akan diajarkan dalam pelatihan. Seperti teknik dasar pengambilan foto, teknik dasar pengambilan video, memilih topik cerita, pengambilan gambar, wawancara, sampai pada proses editing. Para pemuda Desa Soulowe sangat antusias dengan pelatihan yang akan diadakan tersebut, karena ternyata beberapa pemuda di desa tersebut sudah ada yang pernah mencoba membuat videoklip lagu, dan merasa jika pelatihan tersebut akan menambah pengetahuan mereka dalam pembuatan videoklip.

Dari antusiasnya para pemuda di Desa Soulowe tersebut, Korta membentuk kelompok untuk pemuda yang akan mengikuti lomba fotografi. Korta juga menjelaskan mekanisme lomba yang akan diikuti oleh pemuda Desa Soulowe. Perlombaan akan dilakukan setelah pelatihan pembuatan film dokumenter, dan setelah perlombaan tersebut, akan diadakan pameran foto yang bertajuk “Jejak Bencana” di Soulowe, dimana foto-foto yang akan dipamerkan adalah foto-foto yang diperolah dari para pemuda yang mengikuti lomba.

Pemilihan tema “Jejak Bencana” untuk pameran foto yang akan dibuat, bertujuan agar masyarakat terutama para pemuda Desa Soulowe dapat merawat ingatan tentang bencana yang pernah terjadi di desa tersebut. Dan juga menambah pengetahuan mereka, tentang bagaimana mendokumentasikan hal-hal penting di desanya, agar bisa menjadi pengingat dan pelajaran dimasa yang akan datang.

 Pelatihan pembuatan film dokumenter akan diadakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 11, 13, dan 15 September. Waktu pelatihan yang telah ditetapkan tersebut, merupakan kesepakatan bersama dengan para pemuda yang hadir dalam pertemuan malam itu.***

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Rini Lestari

Leave a comment